Total Tayangan Halaman
Rabu, 02 Februari 2011
Selasa, 01 Februari 2011
PP Abshah
Pondok Pesantren
Al Baqiyatush Shalihat
Kab. Tanjung Jabung Barat, Kuala Tungkal - Jambi
Nama Pondok Pesantren
Al Baqiyatush Shalihat
Nomor Statistik 5121505020012
Jl. Prof Dr Sri Soeedewi Msc Kelurahan
Tungkal Harapan Kuala Tungkal
Telp 0742 21720
Telp 0742 22173
Tahun Berdiri
1993
Pimpinan Sakarang
K.H.M. ALI ABD WAHHAB
Data Santri
+ 1000 Orang
Data Ustazd/ Guru
60 Orang
Lambaga Pendidikan
Madrasah Diniyah Awwaliyah ( MDA/ MI )
Madrasah Diniyah Wustha ( MDW/MTs )
Madrasah Diniyah Ulya ( MDU/MA )
Ciri-Ciri Khas / Kajian Utama
Mengkaji Kitab-Kitab Kuning / Salaf
SEJARAH PENDIRIAN PESANTREN
Bermula Dari Pengajian Agama Yang Dipimpin Oleh K.H.M Ali Abdul Wahhab Yang Bertempat Di Rumah Beliau Sejak Tahun 1957 M.
Pengajian Tersebut Terus Berjalan, Pada Tahun 1979 K.H.M Ali Abdul Wahhab Mengundang SYEKH MUHAMMAD NAWAWI Yang Bermukim Di Berjan Porworejo Jawa Tengah Untuk Melakukan Bai’at Thoriqah Qadiriyyah Naqsyabandiyyah di antara yang ikut Bai’at Pada Saat Itu Adalah: K.H.M Ali Abdul Wahhab, K.H.M Subli Bin H.Ismail Dan Tuan Guru H.Ahmad Bukhari Dll.
Kurang lebih 28 tahun berjalan pengikut pengajian yang dilaksanakan di rumah beliau ini, dari masa kemasa terus bertambah, dan puncaknya pada tahun 1985 rumah beliau yang lumayan luas, tidak tertampung lagi untuk jama’ah pengajian. Dan akhirnya di putusakan untuk pindah ke Mesjid Agung Al Istiqamah yang tempatnya persis di depan rumah beliau.
Bermula Dari Haul Sekh Abdul Qadir Al Jailani
Pengikut tariqah qadiriyyah naqsabandiyyah yang telah di bai’at biasanya mengadakan haul hari wafatnya Syekh Abdu Qadir Al Jailani, yaitu pada tiap-tiap tanggal 11 Rabi’ust Tsani, begitu pula lah yang dilaksanakan oleh : K.H.M Ali Abdul Wahhab bersama sama masyarakat yang terhimpun dalam pengajian beliau. Setiap tahun memperingati haul Sekh Abdul Qadit Al Jailani di Mesjid Agung Al Istiqamah Kuala Tungkal.
Tahun demi tahun, para hadirin yang mengikuti Peringatan haul Syekh Abdul Qadir Al Jailani yang dilaksanakan di Mesjid Agung Al Istiqamh ini bertambah banyak, hingga di mesjid Agung pun tak tertampung lagi karena banyaknya hadirin yang mengikuti acara ini. Hingga timbul keinginan untuk membangun tempat khusus untuk peringatan haul ini. Ide ini diajukan kepada dewan pengurus pengajian Majlis Ta’lim Al Hidayah yang telah di bentuk kepengurusannya sejak pengambilan Tariqah Qodiriyah Naqsabandiyyah.
Ide itu pun disepakati dengan Lokasi pembangunan gedung di parit Gompong Kelurahan Tungkal Harapan Kuala Tungkal.
Pembangunan Gedung Cikal Bakal Pesantren
Dengan membaca Basmallah pada tanggal 30 Sya’ban 1413 H. Bertepatan tanggal 22 Pebruari 1993 M, penancapan tiang pertama untuk pembangunan gedung yang sedianya untuk tempat peringatan haul inipun dimulai. Dengan penyandang dana awal H.M Syahruddin Zen.
Bangunan gedung pertama ini diberi nama “ MAJLISUL ‘ILMI WADZIKRI “ berukuran 26 x 16 M2. Dengan kapasitas + 1.000 ( seribu ) jama’ah.
Dari Majlis Ta’lim ke Pondok Pesantren
Ditengah tengah pembangunan Majlis ‘ilmi Wadzikri ini terpikir Oleh panitia bahwa tempat ini hanya akan digunakan setahun sekali, yaitu pada peringatan Haul Syekh Abdul Qadir Al Jailani Saja, dan hal itu dirasa kurang banyak manfaatnya. Lalu timbullah pemikiran baru untuk memanfaatkan gedung ini sebagai wadah lembaga pendidikan berupa pondok pesantren.
Kemudian dibentuklah kepengurusan pondok pesantren ini, dengan nama Pondok Pesantren “ Al Baqiyatush Shalihat “ majlis ta’lim Al Hidayah Kuala Tungkal. Dengan terbangunnya gedung utama ini dan ditambah beberapa buah asrama santri dan sarana dan prasarana lainnya, maka kemudian mulailah untuk difungsikan sebagai pondok pesantren.
Tepatnya pada tanggal 13 April 1994 M. Bersamaan dengan 2 Zulqa’dah , pondok pesantren Al Baqiyatush Shalihat ini diresmikan dan diiringi dangan pelajaran perdana yang diberikan oleh Al Mukarram K.H.M Ali Abdul Wahhab yang juga sebagai pengasuh pondok pesantren.
Keadaaan Masyarakat Di Sekitar Pondok Pesantren
Masyarakat Desa Parit Gompong dan sekitarnya mayoritas beragama Islam, kehidupan perikonomian mereka dalam tarap ekonomi menengah kebawah, dari aspek ekonomi masyarakat merasa terbantu dengan banyaknya santri yang berbelanja disekitar pesantren, dan hal itu memang tidak dibatasi oleh pihak pondok. Setiap hari siang maupun malam, terlihat puluhan abang ojek yang tergabung dalam persatuan Ojek Abshah, mangkal di depan pondok yang siap untuk mengantar santri ke berbagai tujuan.
Dari aspek sosial kemasyarakan, menunjukkan bahwa masyarakat P.Gompong memiliki ikatan sosial yang tinggi yang di landasi dengan semangat persatuan dan kebersamaan.
Kegiatan Pendidikan
1. Pendidikan Kepesantrenan
Pondok Pesantren Al Baqiyatush Shalihat sejak awal berdirinya menyelenggarakan pendidikan kepesantren ( Kurikulum Salafi )yang merupakan tujuan utama dalam pendidikan Pondok pesantren ini. Pendidikan kepesantrenan yang di selengarakan dibagi dalam dua jenjang:
1. Madrasah Diniyah Ula/ISti’dad 1 tahun
2. Madraasah Diniyah Wustha 3 tahun
3. Madrasah Aliyah 3 tahun
Sedangkan Kitab Yang Di Gunakan Di Antaranya:
Fiqih : Fathul Qarib, Fathul Mu’in, Al Mahally.
Tauhid : Aqidatul Awam, Kifayatul ‘Awam, Khusnul Hamidiyah.
Akhlak : Ta’limul Muta’allim, Kifayatul Atqiya, Minhajul ‘Abidin, Serta Syarahnya Sirajuth Tholibin.
Nahwu : Matan Jurumiyah, Mukhtasar
Jiddan, Kawakib, Usulun Nahwiyah, Dan Syarah Alfiyah.
Sharaf : Al Amshilah Attasrifiyah, Qawaidush Sharfi, Sabailuzharf.
Hadist : Al Arbai’n, An Nawawi, Bulughul Maram, Riyadush Shalihin,dan Al Azkarun Nawawi.
2. Pendidikan Formal
Pendidikan formal yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Al Baqiyatush Shalihat sejak tahun pelajaran 2001 menyelenggarakan :
1. Madrasah Tsanawiyah Status Terakreditas “ B “
2. Madrasah Aliyah Keagamaan Status Terdaftar
Kurikulum yang dipergunakan adalah kurikulum Kemenag Agama, kerna sekolah ini ikut KKM ( Kelompok Kerja Madrasah ) MTs N Dan MAN Kuala Tungkal.
Ciri Khas Pondok Pesantren
Materi yang menjadi kajian utama atau unggulan di Pondok Pesantren Al Baqiyatush Shalihat ini adalah kitab-kitab salafi yang meliputi ; Fiqih, Nahwu, Sharaf, Tauhid, Dan Bahasa Arab.
Keadaan Santri
Jumlah santri yang belajar pada di Pondok Pesantren Al Baqiyatush Shalihat hingga saat ini lebih kurang 1000 santri dan semua santri mukim di Pondok.
Sistem Pengelolaan
Pondok Pesantren Al Baqiyatush Shalihat ini dikelola oleh sebuah lembaga yang berbadan hukum yang bernama YPI (Yayasan Pendidikan Islam) Pondok Pesantren Al Baqiyatush Shalihat yang didirikan pada tanggal 4 Maret 1996. Yang diketuai oleh H.M Syahruddin M .Zein.
Sarana dan Prasarana
Untuk mendukung lancarnya proses balajar mengajar, Pondok Pesantren Al Baqiyatush Shalihat di lengkapi dengan beberapa fasilitas, diantaranya :
Ruang belajar 33 lokal ( Ula 6 lokal, Wustha 21 Lokal dan Ulya 6 Lokal musholla putri 1 buah, Aula 25x16 M2 1 buah, Asrama santri 6 x 7 M2 77 buah , Pompa air 4 buah, drum air banyak, Bak penampung air hujan 4 buah, dan sebuah Masjid yang mulai dibangun pada tanggal 19 Nopember 1997, peletakan batu pertama oleh bapak Denrem 042 / gapu kolonel kav Soepriyadi dan diresmikan oleh bapak Gubernur Jambi Drs H Abd Rahman Sayuthi pada tanggal 12 Rabi’ul Akhir 1420 H / 24 Juli 1999 M.
Masjid ini dipungsikan sebagai masjid jami’ Dengan SK MUI Nomor:16/Mui-TJB/Kpts/111-A/2003.
Ukuran masjid 20x20 M2 ditambah serambi 2,5 meter, masjid yang baru di bangun tujuh tahun yang lalu inipun sekarang dirasakan cukup penuh untuk menampung jama’ah Jum’at.
Fasilitas-fasilitas penunjang tersebut dibangun diatas tanah 4.000 M2. Dari luas tanah 14.000 M2. Sedangkan status bangunan hak milik P.P , dan tanah merupakan hak milik dari wakaf.
Sumber Dana dan Ekonomi
Untuk kelancaran pelaksanaan operasional, Pondok Pesantren Al Baqiyatush Shalihat membutuh kan biaya perbulannya + Rp 36.000.000,00,- (Tiga Puluh Enam Juta Rupiah) sumber dana penyelenggaraan operasional tersebut berasal dari uang pangkal, Syahriyah / SPP dan Bantuan BOS. Infak dan sadakah, hasil kebun kelapa, penggemukan sapi, dan sumbangan tidak tetap dari donatur.
Program Pembangunan Pondok Pesantren dan Masyarakat
Program pengembangan pondok pesantren diperioritaskan pada pembangunan fisik dan non fisik, pembangunan non fisik yaitu peningkatan kualitas belajar santri dan kemandirian belajar melalui pemberian motivasi belajar dengan mengadakan lomba –lomba, seperti lomba baca Al Qur’an, menghafal Al Qur’an, Adzan, kaligrafi, berpidato, baca kitab, maulied Al Habsyi, hadroh dll.Program pembangunan masyarakat sekitarnya maupun diluar daerah seperti Tungkal Ulu dan daerah Riau, dilakukan melalui pengajian – pengajian di masjid – masjid yang dilaksanakan oleh guru – guru seminggu sekali. Pengajian tersebut disamping untuk meningkatkan kualitas sumberdaya masyarakat, juga sebagai sarana komunikasi antra pondok pesantren dengan masyarakat luas.
Program fisik, panitia pembangunan berusaha keras untuk membenahi bangunan – bangunan asrama santri yang sekarang ini terbuat dari kayu, untuk diganti dengan bangunan permanen / beton, mohon do’a dari kaumuslimin. Amin……
Label:
Abshah
Langganan:
Postingan (Atom)
